Kamis, 24 Mei 2012

Puisi 2

BERCAKAP DENGAN BINTANG

"Bu, indahnya rembulan kini,
seperti wajah Ayah
dimedan perang bercahaya untuk kita"
Hening sesaat,
Hanya awan kosmik yang mampu meniup air matanya
"Kenapa menangis Bu?
Lihat sinarnya, seperti semangat Ayah dimedan perang,
berjuang untuk kita"
Sekali lagi sunyi,
Hanya bongkahan meteor lewati abad demi abad
tahun demi tahun cahaya
mengikis sendu di wajahnya
"Bu, ingatkah kau ketika ayah.."
"Sudahlah Nak, Ayahmu tak lagi dimedan perang"
"Lalu dimanakah ayahanda Bu?"
"Mungkin ia sedang bersenang-senang di Galaksi nun jauh di sana,
terpisahkan oleh ruang dan waktu"
"Berarti Ayahanda akan pulang dan, membawaku serta pada Taman Ria?"
Hening lagi,
Lagi-lagi hening..
Sambil terisak, lemas sinarnya tidak cukup menutup gelapnya
Layar Tuhan
"Tidak anakku,
Ia tak mungkin pulang tuk selamanya"
BIG BANG!
Kemudian hancur
bersama buah hati menjadi SuperNova
yang menghiasi Jagad Hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar